Titik terdingin di alam semesta yang diketahui berada di laboratorium di Bumi, yang suhunya jauh lebih dingin daripada luar angkasa.
Titik terdingin buatan manusia yang pernah dicapai adalah sekitar 38 pikokelvin (sepersepuluh miliar Kelvin atau 0,000000000038 derajat di atas nol mutlak). Suhu ini dicapai oleh sekelompok peneliti Jerman dari tim QUANTUS di Bremen pada tahun 2018 (diterbitkan tahun 2021).
Sebagai perbandingan:
Luar angkasa (radiasi latar gelombang mikro kosmik, sisa panas dari Big Bang) suhunya sekitar 2,7 Kelvin (-270,4 °C).
Nebula Boomerang (tempat alami terdingin di alam semesta yang diketahui) memiliki suhu sekitar 1 Kelvin (-272,15 °C) karena gasnya mengembang dengan sangat cepat.
Suhu laboratorium yang dicapai manusia tersebut sekitar 100 juta kali lebih dingin daripada suhu di Nebula Boomerang dan miliaran kali lebih dingin dari ruang antarbintang.
Para ilmuwan mencapai suhu ekstrem ini dengan mendinginkan atom rubidium ke dalam kondisi yang disebut kondensat Bose-Einstein (Bose-Einstein Condensate/BEC) menggunakan laser dan lensa magnetik, sering kali dalam kondisi jatuh bebas (mikrogravitasi) untuk menahan atom-atom tersebut tetap diam.
Rekor suhu terendah di Bumi yang tercatat secara alami di permukaan adalah -89,2 °C di Stasiun Vostok, Antartika.















