Wartakotanews.com, Bekasi – Insiden tabrakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terhadap KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada malam ini, Senin (27/4/2026), pukul 20:52 WIB. .
Menurut Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, insiden ini bermula dari kejadian di perlintasan sebidang dekat kawasan Bulak Kapal. Sebuah taksi dilaporkan bersenggolan dengan KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL), yang menyebabkan rangkaian KRL berhenti mendadak.Akibat berhentinya KRL tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama dari arah belakang tidak sempat menghindar hingga akhirnya terjadi tabrakan.
Franoto menjelaskan bahwa gangguan di perlintasan menjadi pemicu utama berhentinya KRL, yang kemudian berujung pada kecelakaan dengan kereta jarak jauh tersebut. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penanganan dan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian. RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Selasa (28/4), tercatat sebanyak 53 korban telah berhasil diidentifikasi.Dikutip detik.com, berdasarkan informasi yang tertera di papan data di lokasi, dari total tersebut terdapat tiga korban meninggal dunia.
Ketiganya telah teridentifikasi sebagai berikut:
1. Nuryati, perempuan, 62 tahun
2. Enggar Retno K, perempuan, 35 tahun
3. Nurlaela, perempuan, 30 tahun.
Sementara itu, sebanyak 50 korban lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi. Sebagian korban masih menjalani perawatan, ada yang dirujuk ke rumah sakit lain, dan beberapa telah diperbolehkan pulang.
Berikut daftar korban luka yang telah terdata:
1. Desvita, perempuan, 56 tahun
2. Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
3. Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
4. Shovy Salsabila, perempuan, 24 tahun
5. Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
6. Rivan Mandara, laki-laki, 32 tahun
7. Anggita R. Utami, perempuan, 36 tahun
8. Hari Septiansah, laki-laki, 27 tahun
9. Dwi Apriliana, perempuan, 30 tahun
10. Ratri Intan A, perempuan, 26 tahun
11. Andi Saputra, laki-laki, 30 tahun (sudah pulang)
12. Sansan Sarifah, perempuan, 29 tahun
13. Dinasti Kusuma W, perempuan, 24 tahun
14. Yuliana, perempuan, 30 tahun
15. Ira Indira Putri, perempuan, 28 tahun
16. Hari Septiyansyah, laki-laki, 30 tahun
17. R. Rustiati, perempuan, 55 tahun
18. Amalia Hasanah Ulfa, perempuan, 31 tahun
19. Vira Oktaviani Putri, perempuan, 27 tahun (dirujuk ke RS Mitra Plumbon)
20. Yuliana Nur Pratama, perempuan, 24 tahun (dirujuk ke RS Siloam)
21. Nuryati, perempuan, 41 tahun
22. Nuriah Indah Rahmati, perempuan, 21 tahun
23. Fitria Husni, perempuan, 26 tahun
24. Anggita, perempuan, 36 tahun
25. Leni Julianti, perempuan, 33 tahun26. Purwanti, perempuan, 54 tahun
27. Yunita Endang, perempuan, 41 tahun
28. A. Regita, perempuan, 29 tahun
29. Subandi, laki-laki, 42 tahun30. Muchlis, laki-laki, 30 tahun
31. Riki, laki-laki, 25 tahun
32. Alivia, perempuan, 25 tahun
33. Dewi Sagita, perempuan, 29 tahun
34. Stevani Sofia, perempuan, 22 tahun
35. Eri Rustiati, perempuan, 55 tahun
36. Ester Rajagukguk, perempuan, 27 tahun
37. M. Anwar, laki-laki, 30 tahun
38. Laili, laki-laki, 26 tahun
39. Rivan, laki-laki, 32 tahun
40. Ayunda R, perempuan, 24 tahun
41. Mustika Ayu Pujiana, perempuan, 43 tahun
42. Suryati, perempuan, 51 tahun
43. Evi, perempuan, 52 tahun
44. Shofie, perempuan, 24 tahun
45. Iie Suendi, laki-laki, 42 tahun
46. Dewi Suryani, perempuan, 35 tahun
47. Despita, perempuan, 48 tahun
48. Choirunnisa R, perempuan, 25 tahun
49. Rista Triana, perempuan, 35 tahun (sudah pulang)
50. Pamilang Rani Situmorang, perempuan, 32 tahun.
Secara keseluruhan, PT KAI sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KA jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur mencapai lima orang. Selain itu, masih terdapat korban yang belum berhasil dievakuasi karena terjepit.”Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4).”Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79.
Rumah sakitnya ada sembilan RS,” tambahnya.Judul:Data Terbaru Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 53 Orang Teridentifikasi, 3 Meninggal DuniaArtikel (Rewritten):RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid terus melakukan proses pendataan serta identifikasi terhadap para korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Selasa (28/4), total 53 korban telah berhasil dikenali identitasnya.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya telah teridentifikasi sebagai Nuryati (62), Enggar Retno K (35), dan Nurlaela (30).Sementara itu, sebanyak 50 korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam.
Sebagian korban masih menjalani perawatan intensif, beberapa dirujuk ke rumah sakit lain, dan ada pula yang sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.Data korban luka yang tercatat antara lain Desvita (56), Ahmad Nur Syahril (28), Subur Sagita (51), hingga Pamilang Rani Situmorang (32), bersama puluhan korban lainnya yang kini masih dalam penanganan medis.
Sebelumnya, pihak PT KAI menyampaikan bahwa total korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara KA jarak jauh dan KRL di kawasan Bekasi Timur mencapai lima orang. Selain itu, masih ada korban yang belum berhasil dievakuasi karena terjepit di lokasi kejadian.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar tiga korban yang masih dalam proses evakuasi. Ia juga menambahkan bahwa total korban yang telah menjalani observasi medis mencapai 79 orang, yang tersebar di sembilan rumah sakit.Proses penanganan dan investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh korban tertangani serta mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.


















