Aparat kepolisian di Kota Curitiba, Brasil, mengambil tindakan tegas dengan menembak mati seorang pria yang nekat menyandera 13 anak di sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK). Aksi penyanderaan yang menegangkan ini berhasil diakhiri setelah petugas dari unit pasukan khusus bertindak cepat untuk menyelamatkan para korban dari ancaman maut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku tiba di lokasi taman kanak-kanak tersebut dengan mengendarai sebuah sepeda. Pria itu kemudian melompati pagar pembatas sekolah untuk menerobos masuk ke dalam area bangunan sebelum akhirnya menyandera belasan murid yang sedang berada di dalam.
Dalam aksi terornya, pelaku tidak hanya menahan anak-anak tersebut tetapi juga melontarkan ancaman yang sangat membahayakan. Pria bersangkutan sempat mengancam akan membakar seluruh bangunan TK tempat anak-anak tersebut disandera, yang memicu respons darurat dari kepolisian setempat.
Menanggapi situasi kritis tersebut, Unit Pasukan Khusus Kepolisian Militer di negara bagian Parana segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Komandan Unit Pasukan Khusus Kepolisian Militer Parana, Alexandre Lopes Dias, mengonfirmasi bahwa tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil demi menyelamatkan nyawa para balita.
“Kami berhasil melumpuhkan orang ini dan menyelamatkan 13 anak, yang kemudian dibawa untuk diperiksa serta diberikan perawatan oleh petugas pertolongan pertama,” kata Alexandre Lopes Dias sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan laporan awal dari pihak berwenang, setidaknya terdapat satu anak yang mengalami luka-luka akibat insiden penyanderaan yang mencekam tersebut. Petugas medis yang bersiap di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama serta penanganan medis lanjutan kepada anak yang terluka.
Seluruh anak-anak lain yang berhasil dievakuasi juga menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan pendampingan untuk mengantisipasi dampak trauma psikologis akibat peristiwa menakutkan itu. Aparat kepolisian memastikan seluruh korban kini berada dalam penanganan tim medis yang kompeten.
Hingga saat ini, pihak kepolisian di Kota Curitiba masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang dan motif di balik aksi nekad pelaku. Area taman kanak-kanak tersebut juga telah disterilkan oleh petugas guna keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP).
















