Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial karena kos tersebut diduga menjadi lokasi prostitusi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, menyampaikan pihaknya telah memantau peristiwa itu melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Polisi juga meluruskan informasi mengenai penggerudukan tersebut.
Menurut Made, perempuan yang berada di lokasi diduga hendak melakukan pemerasan terhadap teman kencannya. Akan tetapi, hingga keterangan itu disampaikan, belum ada laporan polisi terkait dugaan tersebut.
“Saya sudah tanya ke PPA, mereka sudah monitor.
Akan tetapi, si cewek itu diduga mau melakukan modus pemerasan ke teman kencannya. Tapi tidak membuat Laporan Polisi (LP),” kata Made saat dikonfirmasi kumparan, Selasa
Made juga menegaskan bahwa kos tersebut bukan tempat prostitusi.
“Jadi bukan tempat prostitusi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai pihak yang menggeruduk lokasi, Made menyebut mereka merupakan warga setempat.
“Warga setempat,” kata Made.
Meski demikian, dugaan pemerasan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum karena belum ada laporan polisi sebagaimana disampaikan aparat kepolisian.


















