Bank Indonesia (BI) memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal mengalami pemulihan serta peningkatan secara bertahap hingga mencapai angka 6 persen pada tahun 2027 mendatang. Proyeksi optimis ini didasarkan pada perkiraan membaiknya kondisi perekonomian global maupun domestik dalam beberapa tahun ke depan.
Bank sentral menyampaikan perkiraan awal bahwa pada tahun 2026, perekonomian nasional diproyeksikan akan tumbuh dan berada pada kisaran rentang 4,9 persen hingga 5,7 persen. Angka tersebut menjadi pijakan awal sebelum laju ekonomi Indonesia melonjak lebih tinggi ke level 5,2 persen hingga 6 persen pada tahun 2027.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional tersebut diyakini bakal didorong secara kuat oleh akselerasi pada sektor investasi. Bank Indonesia melihat arus modal dan aktivitas investasi akan menjadi fondasi utama penopang pergerakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Salah satu pendorong utama dari penguatan sektor investasi ini adalah kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lembaga pengelola investasi ini dijadwalkan akan mulai mengintensifkan dan menggencarkan berbagai langkah strategis investasinya secara masif mulai tahun depan.
Bank Indonesia menilai bahwa langkah agresif dari BPI Daya Anagata Nusantara dalam mengelola serta mengarahkan investasi akan memberikan dampak positif yang nyata bagi akselerasi perekonomian domestik. Keberadaan lembaga ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi aset nasional serta menarik minat para investor.
Selain faktor internal dan penguatan investasi melalui BPI Daya Anagata Nusantara, perkiraan pertumbuhan ini juga disusun dengan mempertimbangkan asumsi stabilitas ekonomi makro secara keseluruhan. Bank Indonesia berharap dinamika pasar keuangan serta perdagangan global semakin kondusif untuk mendukung iklim usaha di dalam negeri.
Proyeksi pertumbuhan yang dirilis oleh Bank Indonesia ini memberikan sinyal optimisme bahwa Indonesia mampu menjaga ketahanan ekonominya di tengah dinamika tantangan global. Peningkatan tren pertumbuhan dari rentang 4,9-5,7 persen pada tahun 2026 menjadi 5,2-6 persen pada tahun 2027 menandakan arah pemulihan yang sangat positif.
Melalui dukungan sinergi yang kuat antara kebijakan moneter, kebijakan fiskal, serta penguatan sektor investasi yang digalang oleh BPI Daya Anagata Nusantara, Bank Indonesia meyakini target pertumbuhan ekonomi nasional tersebut dapat terwujud dan terealisasi secara optimal dalam beberapa tahun mendatang.

















