Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
JakartaViral

Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi, Saat Memberikan Keterangan Terkait Operasi Penertiban Jukir Liar di Plaza Selatan Monas

×

Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi, Saat Memberikan Keterangan Terkait Operasi Penertiban Jukir Liar di Plaza Selatan Monas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi, saat memberikan keterangan terkait "Operasi Penertiban Parkir Liar dan Juru Parkir Liar" di Plaza Selatan Monas, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Peristiwa itu terekam kamera dan beredar di media sosial. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10).

Example 300x600

Semuanya bermula dari penertiban aktivitas yang mengganggu hak pengguna jalan di sepanjang trotoar. Satriadi menjelaskan bahwa penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Penertiban itu menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai aktivitas yang mengganggu trotoar dan hak pejalan kaki. Saat itu petugas menertibkan kendaraan yang parkir liar, juga bersama Dishub melakukan operasi cabut pentil terhadap sepeda motor yang terparkir di lokasi.

"Yang memicu ya yang parkir liar itu," kata Satriadi saat dihubungi kumparan, Minggu (11/10).

Satriadi menyampaikan, kericuhan diduga dipicu oleh keberatan pihak yang memiliki lapak dan orang-orang yang memarkirkan sepeda motor di lokasi saat penertiban berlangsung.

"Yang punya lapak itu sama parkir liar itu (tidak terima), dari yang parkir motor ini," ujarnya.

Dia menegaskan, Satpol PP dalam kegiatan tersebut bertugas mendampingi tim gabungan. Penanganan parkir liar dilakukan oleh Dishub, sedangkan Satpol PP menjalankan tugas mengembalikan fungsi utama trotoar.

Menurut Satriadi, petugas telah menjalankan penertiban secara humanis dan profesional sesuai SOP. Dia juga memastikan petugas memiliki surat tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Sudah melakukan secara humanis, menjalankan fungsinya.

Mengembalikan hak pejalan kaki, pengguna jalan.

Surat tugas ada, semuanya ada," jelas dia.

Dia menyebut situasi setelah kejadian sudah kondusif.

"Ya akhirnya terjadi gitu, tapi ya setelah itu didamaikan.

Sudah diselesaikan," ujarnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Satriadi menjelaskan bahwa penertiban pada Kamis tersebut merupakan tindak lanjut aduan masyarakat dan laporan melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM).

Kegiatan itu berbeda dari program rutin "Rabu Tertib" yang dilaksanakan Satpol PP di berbagai wilayah Jakarta.

Adapun lokasi penertiban yang dilakukan pada Kamis tersebut meliputi Jalan Pakubuwono di Kelurahan Gunung, Jalan Pangeran Antasari di Kelurahan Cipete Utara, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Plaza Asia, Kelurahan Senayan, serta Jalan Wolter Monginsidi di Kelurahan Selong. Sebelum itu, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kericuhan antara petugas Satpol PP dan sejumlah pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam narasi yang menyertai video tersebut, kericuhan disebut bermula saat petugas hendak menertibkan pedagang nasi yang sedang melayani pekerja proyek. Sejumlah pekerja disebut sempat memberikan perlawanan untuk membela pedagang tersebut.

Satriadi memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui upaya damai.

Dia menegaskan, penertiban dilakukan oleh tim gabungan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait aktivitas yang mengganggu hak pejalan kaki di trotoar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *