Arus lalu lintas di beberapa ruas jalan tol utama yang mengarah ke Jakarta mengalami kepadatan signifikan pada Senin pagi. Peningkatan volume kendaraan penglaju yang beraktivitas di awal pekan menjadi penyebab utama tersendatnya laju kendaraan di jalur bebas hambatan tersebut. Pengelola jalan tol mencatat antrean kendaraan terjadi di beberapa titik krusial yang menghubungkan kawasan penyangga dengan wilayah pusat kota.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan oleh Jasa Marga pada Senin (12/10/2026), kepadatan lalu lintas ini melanda sejumlah ruas tol penting, di antaranya Tol Dalam Kota, Tol Jagorawi, serta Tol Jakarta-Tangerang. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang melintas secara bersamaan pada jam sibuk pagi hari kerap memicu penumpukan kendaraan di titik-titik penyempitan maupun area menjelang gerbang tol. Untuk mengurai kemacetan dan mengoptimalkan kapasitas laju kendaraan, petugas menyiagakan skema rekayasa lalu lintas di beberapa titik terdampak.
Di ruas Tol Dalam Kota, kepadatan lalu lintas terpantau di titik Cawang KM 00 hingga Tebet KM 02 akibat tingginya volume kendaraan. Meski demikian, alur kendaraan dari arah Cengkareng, Pluit, Tomang, hingga Cawang dilaporkan masih mengalir lancar. Guna memperlancar arus kendaraan, penanganan khusus berupa skema lawan arah atau contraflow diberlakukan setelah Gerbang Tol Halim 3 KM 01+300 sampai Senayan KM 08+100. Sementara itu, kemacetan di ruas Tol Jagorawi arah Cawang terjadi di beberapa kilometer berbeda, yakni Cimanggis KM 19 sampai KM 18, Cibubur KM 15 sampai KM 13, Cipayung KM 08 sampai TMII KM 04, serta kawasan Cililitan menuju Cawang. Penerapan contraflow pada ruas Jagorawi juga dilaksanakan pada lajur kanan mulai dari Cimanggis KM 17+200 hingga Cipayung KM 08+800.
Kondisi serupa melanda Tol Jakarta-Tangerang menuju arah Tomang, di mana kepadatan kendaraan terdeteksi mulai dari Tangerang KM 19 hingga Kunciran KM 14, dilanjutkan Karang Tengah KM 12 hingga KM 11, serta Kembangan KM 08 menuju Kedoya KM 04. Para pengguna jalan yang melintas setelah Underpass Tomang hingga Kebon Jeruk KM 03+400 diminta meningkatkan kewaspadaan karena adanya lajur contraflow dari arah Kebon Jeruk yang memanfaatkan lajur tiga atau lajur kanan. Penerapan rekayasa arus lalu lintas ini membutuhkan kedisiplinan dan kesadaran tinggi dari setiap pengemudi demi menjaga keselamatan bersama. Pihak pengelola jalan tol secara berkesinambungan mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap tertib di dalam antrean, menjaga jarak aman antar-kendaraan, mematuhi petunjuk petugas di lapangan, serta memastikan kondisi fisik pengemudi maupun kelayakan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.


















