Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan terkait perbaikan buku pelajaran siswa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8).
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat PresidenIstana membeberkan capaian pemerintah dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menuturkan pihaknya telah menggelar OMC di empat provinsi yang dilanda karhutla. OMC dilakukan dengan menebar garam (NaCl) dan dry ice.
"Ya, kita semua berusaha sekeras-kerasnya, semua dilakukan," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/10).
Ia memaparkan, OMC salah satunya dilakukan di wilayah Sumatera Selatan. Sejak 16 Oktober, dari Posko Palembang, sudah dilakukan 8 sorti penebaran 1.600 kg garam dan 4.000 kg dry ice.
Kemudian, OMC juga dilakukan dari Posko Lampung pada 15-18 Oktober. Dari sana, sebanyak 6 sorti penebaran total 4.800 kg dry ice dilakukan.
"Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility," ujar dia.Prasetyo melanjutkan, OMC juga digelar di Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus.
Total sudah 48 sorti dilakukan dengan menebar 43.800 kg garam.
"Volume curah hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 67,45 juta m3," bebernya.
Prajurit TNI AU menunjukkan dry ice atau es kering sebagai bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di dalam pesawat Cassa C-212 di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (19/10/2026). Dari posko ini, sudah dilakukan 2 sorti penerbangan dengan menebar 800 kg dry ice dan 800 kg garam.
"Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur," jelas dia.
Gubernur Sumsel memperlihatkan butiran dry ice yang akan disebar untuk mengusir kabut asap, Rabu (14/10/2026). Ada dua unit pesawat yang dikerahkan dalam OMC di provinsi ini.
"Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC.
Terdapat laporan hujan di wilayah Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala," ungkap Prasetyo.
Pengendara berkendara melintasi jalan saat kabut asap kebakaran hutan menyelimuti kawasan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026).
"Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471,2 juta m3," ucap Prasetyo.
"Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kabupaten Ketapang," tambahnya.


















