Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kriminal

Pengendara Berkendara Melintasi Jalan

×

Pengendara Berkendara Melintasi Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pengendara berkendara melintasi jalan saat kabut asap kebakaran hutan menyelimuti kawasan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026).

Perjalanan masyarakat yang terganggu akibat asap turut berdampak pada tingkat hunian hotel dan kunjungan pelanggan restoran. Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI), Maulana Yusran, memaparkan dampak karhutla terhadap sektor perhotelan terlihat dari penurunan tingkat hunian atau okupansi yang cukup drastis.

Example 300x600

Di sejumlah hotel terdampak, okupansi bahkan diperkirakan hanya sekitar 5 hingga 10 persen, sementara sebagian lainnya nyaris tidak terisi.

“Karhutla yang sudah lebih dari 4 bulan ya melalui kejadian ini dampaknya adalah penurunan okupansinya itu cukup drastis Bahkan mungkin, ya mungkin kita dapat okupansinya sekitar 5 persen, 10 persen Mungkin ada juga ya, mungkin nggak ada okupansinya malah, nggak ada isinya hotelnya Itu juga dampak yang cukup berat ya bagi pelaku usaha untuk menjalankan operasionalnya,” ujar Yusran kepada kumparan, Selasa (20/10).

Menurut dia, dampak karhutla terhadap bisnis perhotelan bermula dari terganggunya mobilitas masyarakat. Asap dapat menghambat perjalanan udara, termasuk melalui pembatalan penerbangan dan jadwal perjalanan yang tidak menentu.

Kondisi tersebut kemudian memengaruhi kunjungan tamu ke hotel, baik untuk keperluan perjalanan bisnis maupun liburan. Ketika masyarakat menunda perjalanan, permintaan kamar hotel di daerah terdampak ikut menurun.

Yusron menilai tingkat okupansi yang rendah turut menjadi tantangan bagi pengusaha hotel karena kebutuhan operasional dan kewajiban usaha tetap harus dipenuhi. Meski demikian, PHRI mengaku belum menerima laporan mengenai hotel atau restoran yang sampai harus tutup akibat penurunan pelanggan tersebut.

Tekanan serupa juga dirasakan sektor restoran. Aktivitas masyarakat yang berkurang di luar rumah membuat kunjungan pelanggan berpotensi menurun.

Restoran yang mengandalkan konsumen dari kalangan pelancong juga terdampak ketika jumlah perjalanan berkurang.

“Apalagi kalau kita tadi sudah lihat dampak terhadap pelaku perjalanan itu yang menurun tentu yang menjadi konsumen restoran dari pelaku perjalanan yang melakukan pergerakan itu akan menurun.

Nah ini terjadi khususnya di Kalimantan, di Sumatera yang dampak karhutlanya sudah cukup berat,” jelas Yusran. Di sisi lain, PHRI mengkhawatirkan dampak karhutla terhadap momentum bisnis pada kuartal IV 2026, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Periode akhir tahun biasanya menjadi salah satu momentum yang diharapkan dapat mendorong aktivitas perjalanan dan meningkatkan bisnis hotel serta restoran. PHRI berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan karhutla yang berulang agar dampaknya tidak semakin meluas terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Menurut Yusron, apabila karhutla terus berlanjut, dampaknya berpotensi mengganggu aktivitas perjalanan masyarakat dan mengurangi peluang pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum libur akhir tahun.

“Nah tapi tanpa penyelesaian ini kan menjadi menurun dan dampak multiplier efeknya kepada daya beli masyarakat di setiap daerah itu akan sangat menurun karena aktivitas ekonominya juga terhambat.

Makanya kami berharap tentu bagaimana pemerintah fokus untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Karena tanpa dipercepat ini juga akan menjadi kendala nanti pada saat libur akhir tahun,” ujar Yusran.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026.

Gangguan penerbangan akibat kabut asap tersebut terjadi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Sumatera bagian utara.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *