Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kriminal

Polisi Saat Mengamankan Dokter yang Cabuli Anak Kandungnya (Kiri) di Sebuah Apartemen di Bekasi

×

Polisi Saat Mengamankan Dokter yang Cabuli Anak Kandungnya (Kiri) di Sebuah Apartemen di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Polisi saat mengamankan dokter yang cabuli anak kandungnya (kiri) di sebuah apartemen di Bekasi pada Rabu (21/10/2026).

Direktur PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari menuturkan, penyidik masih mendalami perkara tersebut setelah menangkap IS bersama anaknya di sebuah apartemen di Bekasi Timur pada Rabu (21/10) dini hari. "Pada saat pemeriksaan kemarin, memang pelaku atau terduga ini tidak mengakui bahwa dia melakukan itu.

Example 300x600

Ya, dia tidak mengakui bahwa dia melakukan terhadap anaknya karena menurut pengakuan tersangka, dia sangat sayang sama anaknya," kata Rumi dalam konferensi pers di Polda Jabar, Kamis (22/10).

Rumi menjelaskan, penyidik telah memeriksa empat saksi dalam perkara tersebut. Polisi juga meminta keterangan ahli dari UPTD, psikolog, dan ahli forensik untuk membantu proses pembuktian.

"Adapun yang sudah kita lakukan, rekan-rekan, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi, kemudian ahli dari UPTD, psikolog, dan forensik dari rumah sakit," ujarnya.

Ia menuturkan, penetapan IS sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh dua alat bukti. Keterangan saksi dan hasil visum yang mendukung dugaan peristiwa tersebut menjadi bagian dari bukti yang digunakan penyidik.

"Jadi, penetapan tersangka ini kami lakukan setelah mendapatkan dua alat bukti, yaitu keterangan saksi, hasil visum yang mendukung peristiwa tersebut, dan keterangan ahli," kata Rumi.

Dalam penyidikan sementara, dugaan pencabulan disebut terjadi pada Juli 2025 di rumah orang tua tersangka di Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Kasus ini mulai terungkap setelah ibu korban melihat perilaku tidak biasa pada anaknya pada November 2025, kemudian memperoleh cerita mengenai dugaan perbuatan ayahnya pada Desember 2025.

Polisi juga masih mendalami informasi bahwa korban diduga diperlihatkan video dewasa melalui telepon genggam ayahnya. Rumi menuturkan, sejauh ini informasi tersebut masih berdasarkan keterangan ibu korban yang menyampaikan cerita anaknya.

"Sementara kita masih berpegang pada keterangan ibu korban bahwa memang si anak bercerita dia melihat itu dari handphone ayahnya.

Nah, bagaimana anak bisa melihat itu, kita belum bisa mendalaminya karena anak masih dalam proses pemulihan trauma di rumah aman," tuturnya.

Rumi menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, IS merupakan dokter umum yang memiliki klinik sendiri di Kota Bandung. Di sisi lain, korban telah diamankan dan ditempatkan di rumah aman dengan pendampingan UPTD PPA Provinsi Jawa Barat.

Polisi belum meminta keterangan langsung dari korban karena masih mengutamakan pemulihan trauma dan kondisi psikologisnya.

"Nanti, setelah memungkinkan, kita bersama UPTD Provinsi akan melakukan pemeriksaan terhadap anak korban, tentunya dengan metode pendampingan dari psikolog," kata Rumi.

Penyidik masih melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami dugaan tindak pidana tersebut, termasuk kemungkinan adanya kekerasan seksual lanjutan selama korban berada bersama tersangka.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *