PT Hyundai Motors Indonesia memastikan kendaraan listrik tujuh penumpang terbaru, Hyundai Neira, akan diproduksi dengan kandungan lokal yang memenuhi standar regulasi nasional. Mobil ramah lingkungan ini dipastikan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 60 persen. Kepastian tersebut disampaikan guna mematuhi kebijakan dari pemerintah yang mewajibkan kendaraan listrik rakitan lokal mencapai batas minimal tersebut mulai tahun 2027.
Langkah pencapaian kandungan lokal tersebut didukung oleh ketersediaan fasilitas pabrik baterai yang berlokasi di Cikarang. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan hal itu saat ditemui di Sudirman, Jakarta Pusat, pada Kamis, 5 November. Ia menegaskan bahwa infrastruktur pendukung produksi telah dibangun melalui investasi senilai Rp 50 triliun. Keberadaan fasilitas perakitan baterai di Cikarang menjadi faktor kunci dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, mengingat baterai merupakan komponen utama dengan nilai ekonomi tertinggi pada sebuah kendaraan listrik.
Pabrikan otomotif tersebut sebelumnya telah mencatatkan capaian tingkat kandungan lokal yang tinggi pada model Kona Electric. Berdasarkan data P3DN Kementerian Perindustrian, model tersebut meraih angka 80,1 persen. Capaian itu menjadi landasan optimisme perusahaan dalam memenuhi ketentuan target untuk Hyundai Neira. Keberadaan fasilitas perakitan di Cikarang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, melainkan juga melayani pengiriman ekspor ke berbagai negara. Ketentuan mengenai batasan tingkat komponen dalam negeri ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, yang menetapkan target sebesar 40 persen untuk tahun ini, kemudian naik menjadi 60 persen pada rentang tahun 2027 hingga 2029, serta mencapai 80 persen pada tahun 2030.
Hyundai Neira dirancang sebagai kendaraan jenis MPV yang menyasar segmen konsumen keluarga Indonesia. Pemesanan awal untuk model ini dijadwalkan mulai dibuka pada ajang Gaikindo Auto Week 2026 yang berlangsung pada 20 November 2026. Kendaraan listrik ini dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kenyamanan serta keamanan berkendara. Beberapa fitur yang disematkan antara lain jarak terendah ke tanah atau ground clearance yang cukup tinggi, konektivitas ke telepon seluler melalui sistem Bluelink, fitur pemantau titik buta atau blind spot view monitor, serta kemudahan akses menuju baris ketiga.
Mengenai harga jual, pihak produsen belum mengumumkan besaran pasti nilai jual kendaraan tersebut. Meskipun muncul perkiraan angka di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 400 jutaan, Fransiscus Soerjopranoto menyatakan bahwa pengumuman resmi mengenai harga baru akan disampaikan pada gelaran Gaikindo Auto Week 2026. Penentuan harga akan disesuaikan agar tetap menarik bagi konsumen serta selaras dengan karakteristik kebutuhan masyarakat Indonesia.








