Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita DaerahHukrim

Seorang Anak Laki-laki 12 tahun tega Habisi Ibu Kandungnya Di Medan

×

Seorang Anak Laki-laki 12 tahun tega Habisi Ibu Kandungnya Di Medan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pertama, faktor psikologis, di mana anak berusia 12 tahun masih berada pada tahap perkembangan emosional yang rentan. Tekanan luar biasa seperti k3k3rsn dalam rumah tangga, atau stres yang tidak terkendali dapat memicu perilaku agresif.

Kedua, faktor lingkungan, yaitu kondisi rumah yang tidak stabil, konflik keluarga, atau pengaruh negatif dari luar yang dapat membentuk respons emosional dan perilaku seorang anak.

Example 300x600

Ketiga, faktor trauma, sebab anak yang mengalami trauma tidak terdiagnosis, seperti PTSD, berpotensi menunjukkan perilaku agresif dan impulsif di luar kendali.

“Keempat, faktor neurobiologis, yakni kemungkinan adanya kelainan genetik atau gangguan pada sistem kontrol impuls yang turut memengaruhi tindakan ekstrem seorang anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kasus seperti ini sangat jarang terjadi dan membutuhkan penyelidikan mendalam untuk menemukan penyebab pastinya.

Menurutnya, terdapat sejumlah pertanyaan penting yang harus digali oleh penyidik untuk memahami situasi secara lebih jelas, seperti apakah anak memiliki riwayat k3k3rsn atau perilaku agresif sebelumnya, apakah terdapat tanda-tanda peringatan sebelum kejadian.

Bagaimana dinamika keluarga serta kondisi lingkungan tempat anak tumbuh, serta apakah anak memiliki akses terhadap dukungan kesehatan m3 nt4l yang memadai.

“Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu memahami lebih baik apa yang mungkin terjadi,”ujarnya.

Kenapa Anak Bisa nekat?

Dikutip dari aladokter, anak bisa nekad membunuh orangtuanya karena kombinasi tekanan psikologis, pola asuh yang salah, kekerasan, mental, dan hilangnya ikatan emosional.

Itu bukan sekadar “nakall” atau “jahat,” melainkan hasil dari kondisi yang gagal ditangani sejak awal.

Ada beberapa faktor-faktor yang bisa memicu kenekatan anak tersebut, di antaranya:

K3k3rsn dalam rumah tangga:

Anak yang terus-menerus mengalami kekerasan fisik verbal, atau emosionalbisa menyimpan dendam dan akhirnya meledak dalam bentuk ekstrem.

Gangguan mental:

Kondisi seperti depresi berat, psikosis, atau gangguan kepribadian bisa membuat anak kehilangan kontrol dan melakukan tindakan fatal.

Pola asuh otoriter atau salah:

Orangtua yang terlalu menekan, tidak memberi ruang dialog, atau mendidik dengan anc*m4n bisa menimbulkan kebencian mendalam.

Pengaruh lingkungan:

Pergaulan buruk, paparan kekerasan dari media, atau dorongan teman sebaya bisa memperkuat perilaku agresif.

Konflik ekonomi:

Ada kasus di mana anak merasa tertekan karena masalah uang, atau kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Kurangnya komunikasi dan kasih sayang:

Anak yang merasa tidak dicintai atau tidak dihargai bisa kehilangan ikatan emosional dengan orangtuanya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/ShutterstockPenanganan kasus dugaan perundungan di SDN 01 Kebondalem, Pemalang, masih terus bergulir dan memasuki babak baru. Kasus ini menyebabkan seorang anak berusia 7 tahun bernama Muhammad Hasbi Al Aqib meninggal dunia.Kasus pun bisa dibilang masuk ke babak baru, setelah…