banner 728x250

Kepala Badan Gizi Nasional Menyatakan Akan Perluas Program MBG ke Sekolah Indonesia Di Luar Negeri Jedah Arab Saudi

banner 120x600
banner 468x60

Wartakotanews.com, Jakarta – KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membuka peluang perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri dengan menjadikan Sekolah Indonesia Jeddah sebagai proyek percontohan pertama.

Gagasan tersebut muncul setelah para siswa Sekolah Indonesia Jeddah menyampaikan keinginan untuk merasakan program MBG seperti yang saat ini dinikmati jutaan pelajar di Indonesia.

banner 325x300

“Sebagai warga negara Indonesia, mereka memiliki hak yang sama,” kata Dadan saat berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Minggu (31/5/2026).

Menurut Dadan, para siswa di Jeddah sangat mengikuti perkembangan program MBG di Tanah Air. Mereka secara spontan menyampaikan harapan agar dapat memperoleh manfaat yang sama seperti teman-teman mereka di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Dadan meninjau langsung Sekolah Indonesia Jeddah yang menampung sekitar 1.080 anak pekerja migran Indonesia. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.

Meski kunjungan dilakukan saat masa libur sekolah, antusiasme para siswa dan guru tetap tinggi. Sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir untuk menyambut kedatangan Kepala BGN tersebut.

Hasil peninjauan akan dilaporkan kepada Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan. Jika mendapat persetujuan, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang menjalankan program MBG.

“Kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah,” ujarnya.

Dadan menjelaskan mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri pada prinsipnya tidak berbeda dengan di Indonesia. Program akan dijalankan melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menggandeng mitra lokal untuk operasional SPPG.

Jika terealisasi, menu makanan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan setempat. Kombinasi menu khas Arab Saudi dan Indonesia akan disusun agar tetap memenuhi kebutuhan gizi para siswa.

Langkah ini dinilai menjadi upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak WNI di luar negeri juga dapat menikmati program peningkatan gizi yang sama dengan pelajar di dalam negeri.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *