Pengontrak rumah yang lebih galak dari pemilik rumah di Surabaya saat diminta kosongkan rumah karena rumah sudah terbeli curhat sekarang sulit cari kontrakan baru. Terutama setelah viral reaksi marah-marah di depan Wawali Surabaya.
Salah satu pengontrak, Titik (46), mengatakan keluarganya bersedia mengosongkan rumah, tetapi menilai tenggat waktu satu bulan terlalu singkat untuk mendapatkan kontrakan baru. “Apalagi saya habis viral, makin susah buat cari kontrakan.” katanya.
Sebelumnya, pihak pengontrak membantah tuduhan telah meminta kompensasi Rp60 juta per kepala keluarga sebagai syarat untuk mengosongkan rumah tersebut. Titik mengatakan keluarganya bertahan karena telah menempati rumah tersebut selama tiga generasi.
Ia mengklaim pernah ada perjanjian tertulis dari pemilik lama yang mengizinkan keluarganya tinggal tanpa membayar sewa. Titik menyebutkan bahwa dirinya mencium ada kejanggalan pada proses jual beli tanah yang dilakukan oleh Bambang di masa lalu.
Terkait kompensasi, Titik mengakui nominal Rp5 juta sempat disepakati saat mediasi, tetapi menilai jumlah tersebut terlalu kecil untuk menyewa kontrakan baru di Surabaya. “Lah sekarang loh uang Rp5 juta saja mau dapat kontrakan apa di Surabaya? Apalagi x ribu.” pungkasnya.


















