Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita DaerahHukrim

Suami Istri di Bangka Belitung Nekat Buka Jasa Open BO di Rumah Sendiri

×

Suami Istri di Bangka Belitung Nekat Buka Jasa Open BO di Rumah Sendiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bangka Belitung – Sepasang suami istri (pasutri) di Kabupaten Bangka Belitung (Babel) menjadi sorotan publik setelah ketahuan membuka jasa open booking online (open BO) di rumah pribadi mereka. Parahnya, kamar tidur pasangan tersebut dijadikan tempat eksekusi, sementara sang suami menjaga anak mereka di ruang tamu.
Kasus ini terungkap setelah Unit PPA Satreskrim Polres Bangka memeriksa pasangan DA (24) dan suaminya AA (29) pada Rabu (1/10/2025). Keduanya diperiksa secara terpisah.
Dalam pemeriksaan, AA mengaku ide membuka jasa open BO ini awalnya muncul saat ia mendownload aplikasi MiChat. Semula, ia berniat menggunakan aplikasi tersebut untuk menipu orang.

“Awalnya nyoba untuk nipu orang, bukan untuk open BO. Terus kata biniku ‘basinglah’ (terserah lah-red),” ungkap AA
Namun setelah akun MiChat dibuat, muncul calon pelanggan yang menawarkan jasa open BO. Bukannya menolak, DA justru pasrah.

Example 300x600


“Kutanya sama istri, terus jawabannya ‘basinglah’ (terserah lah-red),” kata AA.
AA mengaku selama istrinya melayani pelanggan di kamar tidur, ia menunggu di ruang tamu sambil menjaga anak mereka. Praktik ini telah dilakukan sekitar 15 kali dengan tarif Rp200-400 ribu sekali kencan. Dari hasil tersebut, AA mengaku hanya mendapat bagian Rp50-100 ribu dari sang istri.


“Uangnya untuk beli rokok, beli minuman-minuman cangkir itu, terus untuk nyelot (judi online-red),” ucapnya.


AA juga menyebutkan dirinya sempat berpikir untuk berhenti, terutama setelah mendapatkan pekerjaan tetap.


“Aku pun sempat mau bunuh diri, di tanganku ada bekas silet,” ujarnya.
Namun, praktik open BO tersebut terus berlanjut karena, menurut AA, istrinya enggan berhenti.


Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Bangka kini masih mendalami kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/ShutterstockPenanganan kasus dugaan perundungan di SDN 01 Kebondalem, Pemalang, masih terus bergulir dan memasuki babak baru. Kasus ini menyebabkan seorang anak berusia 7 tahun bernama Muhammad Hasbi Al Aqib meninggal dunia.Kasus pun bisa dibilang masuk ke babak baru, setelah…