Acehbesar11072026 – Tim Pemateri sekaligus Asesor Internal Perumda Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Taufik, ST, menegaskan bahwa penguasaan mendalam terhadap bisnis proses Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan harga mati yang harus dimiliki oleh setiap karyawan.
Hal tersebut disampaikannya secara lugas di sela-sela Kegiatan Evaluasi dan Kompetensi Karyawan yang berlangsung di Kantor Pusat Operasional Perumda Tirta Mountala, Siron.
Menurut Taufik, bisnis proses SPAM bukan sekadar prosedur teknis di atas kertas, melainkan fondasi utama untuk memastikan operasional penyediaan air bersih berjalan optimal dari hulu hingga ke hilir.Integrasi Empat Pilar Operasional
Sebagai asesor internal yang mengawal jalannya evaluasi bersama Muhammad Ichsan Nizali, SE dan Sudirman, ST, Taufik menjelaskan bahwa pemahaman alur kerja yang utuh akan membentuk karakter karyawan yang solutif. Selama tiga hari kegiatan, para peserta digembleng pada empat pilar krusial.
“Setiap karyawan harus melihat hubungan erat antara proses Produksi, Operasional, Transdis (Transmisi & Distribusi), hingga Pelayanan pelanggan. Keempat aspek ini saling mengikat. Pemahaman ini membuat alur kerja lebih efisien dan meminimalisir potensi kendala teknis di lapangan,” ujar Taufik.
Menjawab Tantangan Direksi dan Dewan PengawasPemaparan taktis dari Taufik ini sejalan dengan arah kebijakan manajemen puncak.
Pada acara penutupan yang dihadiri langsung oleh Plt. Direktur Utama Ir. Yusmadi, MM, Anggota Dewan Pengawas T. Abulis Samarkhan, ST, serta Dirum Devid Zainal, SE, pihak manajemen memang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.
“Apa yang kami evaluasi selama tiga hari ini adalah modal dasar karyawan untuk menjawab instruksi Pak Dirut dan Dewan Pengawas, terutama dalam hal adaptasi terhadap perubahan dan mengutamakan pelayanan pelanggan.
Dengan menguasai SPAM, karyawan tahu persis tindakan apa yang harus diambil secara cepat saat melayani warga,” tambah Taufik.Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Kabag Umum Sunawar, ST selaku Panitia Pelaksana ini diikuti oleh 6 orang karyawan Perumda Aceh Besar. Melalui asesmen internal yang ketat ini, Taufik berharap manajemen dapat memetakan potensi terbaik dari setiap personel untuk ditempatkan pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

Dengan selesainya evaluasi ini, hasil asesmen dari tim pemateri diharapkan menjadi standar baru bagi Perumda Tirta Mountala dalam melahirkan jajaran karyawan yang kompeten, responsif, dan siap menjaga keandalan pasokan air bersih bagi masyarakat Aceh Besar.












