Aksi unjuk rasa mewarnai kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sekitar Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. Massa berkumpul untuk menyuarakan penolakan keras terhadap kehadiran pemimpin Israel tersebut di kota itu.
Para demonstran menggelar aksi protes di sepanjang area luar kompleks PBB saat agenda sidang diplomatik berlangsung. Massa membentangkan spanduk dan menyuarakan aspirasi penolakan atas kebijakan serta tindakan militer yang dipimpin oleh Netanyahu.
Situasi di sekitar area unjuk rasa sempat tegang ketika massa bertahan di lokasi yang dijaga ketat oleh aparat keamanan. Kepolisian New York (NYPD) menerjunkan personel dalam jumlah besar untuk mengamankan jalur diplomatik dan menjaga ketertiban di sekitar gedung PBB.
Aparat kepolisian kemudian bergerak mengamankan situasi setelah mendapati beberapa kelompok peserta aksi dinilai melanggar aturan unjuk rasa dan mengganggu arus lalu lintas setempat. Polisi menangkap sejumlah peserta aksi yang bertahan dan menolak membubarkan diri sesuai instruksi petugas.
Sejumlah demonstran yang ditangkap langsung digiring oleh petugas menuju kendaraan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pengamanan di kawasan sekitar Markas Besar PBB terus diperketat guna mengantisipasi potensi gelombang aksi protes susulan.
Kendati sempat terjadi insiden penangkapan, pengamanan ketat dari pihak kepolisian tetap disiagakan sepanjang rangkaian acara diplomasi di New York. Penjagaan ketat dipastikan berlangsung hingga seluruh rangkaian agenda internasional di kompleks PBB selesai dilaksanakan.






