banner 728x250

Sertifikasi Barcode Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ritel Modern

banner 120x600
banner 468x60

UMKM punya banyak produk bagus, tetapi kadang-kadang tidak bisa jualan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perdagangan memfasilitasi sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk sertifikasi barcode sebagai upaya untuk membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk masuk ritel modern. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan upaya mendorong peningkatan kualitas produk lokal.

“UMKM punya banyak produk yang bagus, tetapi kadang-kadang tidak bisa jualan. Kami bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care. Diharapkan, teman-teman UMKM kalau sudah pakai barcode akan semakin mudah lagi barang-barangnya untuk bisa diterima di ritel modern,” kata Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam acara Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Kompleks Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

banner 325x300

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit, Kredit UMKM Masih Rendah Wakatobi WAVE 2026 Jadi Platform Promosi dan Penggerak UMKM Lokal Layanan Psikologi Kini Menjangkau Sekolah hingga UMKM Budi menjelaskan, UMKM dan ritel modern sebenarnya saling membutuhkan. Peritel memilih produk ber-barcode karena lebih mudah terhubung ke inventori, distribusi, dan membantu menekan kesalahan pencatatan. Menurut catatannya, berdasarkan informasi dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), hampir 80 persen ritel sudah diisi oleh produk-produk lokal, dan ke depan akan terus didorong.

“Kami mencatat saat ini sudah ada kurang lebih 50.000 gerai ritel swalayan di Indonesia. Ini kalau bisa diisi produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri, berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil,” jelasnya.

Budi menekankan, pemberian fasilitas sertifikasi barcode untuk UMKM tersebut juga diiringi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas produk-produk lokal. Diantaranya melalui bimbingan ihwal digitalisasi. Fasilitas sertifikasi barcode pada kesempatan kali ini, kata dia, diperuntukkan bagi 50 UMKM lokal.

Diharapkan ke depan akan lebih banyak UMKM yang menjadi penerima manfaat dari fasilitas tersebut. “Sehingga produk-produk kita semakin mudah diterima di ritel modern, termasuk di minimarket dan juga departement store,” tuturnya. Selasa , 06 Oct 2026, 16:18 WIB Ini Langkah ASDP untuk Perkuat Operasional untuk Kelancaran Ketapang–Gilimanuk Ini Langkah ASDP untuk Perkuat Operasional untuk Kelancaran Ketapang–Gilimanuk Selasa , 06 Oct 2026, 16:01 WIB Hashim Sebut Indonesia tak Lagi Perlu Buka Hutan untuk Perluasan Sawah Selasa , 06 Oct 2026, 15:08 WIB Whoosh Tebar Promo 10.10, Diskon hingga 50 Persen Selasa , 06 Oct 2026, 13:50 WIB Sertifikasi Barcode Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ritel Modern Selasa , 06 Oct 2026, 13:35 WIB Sudaryono Ungkap Pembenahan MBG, dari Insentif SPPG hingga Data Penerima Selasa , 06 Oct 2026, 16:01 WIB Hashim Sebut Indonesia tak Lagi Perlu Buka Hutan untuk Perluasan Sawah Hashim Sebut Indonesia tak Lagi Perlu Buka Hutan untuk Perluasan Sawah Selasa , 06 Oct 2026, 15:08 WIB Whoosh Tebar Promo 10.10, Diskon hingga 50 Persen Whoosh Tebar Promo 10.10, Diskon hingga 50 Persen Selasa , 06 Oct 2026, 13:50 WIB Sertifikasi Barcode Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ritel Modern Sertifikasi Barcode Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ritel Modern Selasa , 06 Oct 2026, 13:35 WIB Sudaryono Ungkap Pembenahan MBG, dari Insentif SPPG hingga Data Penerima Sudaryono Ungkap Pembenahan MBG, dari Insentif SPPG hingga Data Penerima

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *