Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum

Presiden Ke-7 RI Joko Widodo Bersiap Memberikan Kesaksian dalam Sidang Kasus Dugaan Fitnah dan

×

Presiden Ke-7 RI Joko Widodo Bersiap Memberikan Kesaksian dalam Sidang Kasus Dugaan Fitnah dan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersiap memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazahnya dengan terdakwa Dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pelaporan itu salah satunya terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa sebagai terdakwa. Ia menyinggung beberapa julukan yang ditujukan kepadanya, mulai dari Mukidi, Mulyono, hingga Jokodok.

Example 300x600

Hal itu disampaikan Jokowi saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). Awalnya, kuasa hukum dr Tifa meminta Jokowi menerangkan mengapa dirinya merasa dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya hingga membuat laporan polisi terkait tudingan ijazah tersebut.

Jokowi kemudian menyinggung sejumlah julukan yang ditujukan kepadanya.

"Saudara Saksi, saya mau bertanya.

Bisa jelaskan maksud Saudara menyatakan merasa dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya, sehingga Saudara melakukan laporan polisi?" tanya kuasa hukum dr Tifa.

"Coba Yang Mulia bayangkan kalau Yang Mulia ditulis seperti saya," jawab Jokowi.

"Ditulis: 'Mukidi a.k.a Mulyono a.k.a Jokodok'.

Kemudian menyampaikan: 'ijazah palsunya Mukidi', kemudian 'skripsi aspalnya Mukidi'," terangnya lebih lanjut.

Kuasa hukum kemudian menyangkal pernyataan Jokowi dengan menyebut bahwa tulisan yang dimaksud tidak secara langsung bertulis Jokodok, melainkan singkatan JKDK. Jokowi pun kembali menjawab kalau sebutan tersebut sudah pasti mengarah kepadanya.

"Ya, Kalau semua orang baca yang namanya JKDK itu ya Jokodok," jelasnya.

Adapun, perkara ini bermula dari laporan ajudan Jokowi, yakni Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, yang menemukan sejumlah unggahan media sosial yang memuat narasi ijazah palsu. Pada 26 Maret 2025, saat sedang dalam perjalanan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Syarif memperlihatkan tiga unggahan awal, dua dari YouTube dan satu dari platform X, kepada Jokowi.

Unggahan tersebut secara terang-terangan menyerang kehormatan Jokowi dengan menuduh ijazah S1 miliknya dari UGM adalah ijazah palsu. Mengetahui hal tersebut, Jokowi langsung menginstruksikan Syarif untuk menghubungi tim penasihat hukum untuk melacak dan mengumpulkan bukti-bukti unggahan serupa yang beredar di medsos.

Proses pengumpulan dan pelaporan bukti tersebut terus berlanjut hingga periode 22 April sampai 21 Mei 2025. Bertempat di kediaman Jokowi di Kompleks Lemigas, Jakarta Selatan, Syarif kembali memperlihatkan kumpulan 28 unggahan media sosial yang secara masif menyebarkan isu ijazah palsu tersebut.

Dari 28 bukti unggahan yang dilaporkan oleh Syarif itulah, ditemukan sejumlah konten yang secara spesifik mengarah ke dr Tifa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *