Kebakaran melanda salah satu tenant makanan di area selatan lantai dasar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11) malam. Peristiwa kebakaran tersebut sempat terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial. Meski sempat memicu kepulan asap di area stasiun, pihak pengelola memastikan kejadian tersebut dapat ditangani secara cepat oleh petugas di lokasi sehingga kondisi tetap terkendali.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menegaskan bahwa insiden kebakaran yang terjadi tidak mengganggu layanan transportasi kereta api. Seluruh jadwal perjalanan kereta api, baik perjalanan dari maupun menuju Stasiun Gambir, dipastikan tetap berlangsung normal tanpa hambatan. Penanganan darurat yang dilakukan secara cepat membuat dampak peristiwa kebakaran dapat diminimalkan sehingga keselamatan penumpang serta operasional perkeretaapian tetap terjaga.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan kronologi penanganan api oleh petugas di lapangan. Laporan mengenai munculnya kobaran api diterima pertama kali pada pukul 20.37 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas stasiun langsung melakukan tindakan pemadaman awal dengan memanfaatkan fasilitas hydrant yang berada di area peron jalur 1 dan peron jalur 4. Selain penggunaan fasilitas internal stasiun, sebanyak empat unit kendaraan pemadam kebakaran juga dikerahkan dan tiba di tempat kejadian pada pukul 20.48 WIB untuk membantu pemadaman. Berkat koordinasi yang baik, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.55 WIB atau sekitar 18 menit sejak laporan kejadian diterima.
Dalam proses penanganan, asap dari titik kebakaran sempat mengarah ke area jalur 1 Stasiun Gambir. Kendati demikian, munculnya asap tersebut tidak berdampak terhadap kelancaran operasional kereta api. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak KAI Daop 1 Jakarta akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus meninjau kembali aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat di lingkungan stasiun. Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami masyarakat.


















